Jangan Berhenti Berkibar, Merah Putih!



"Yoo... Ayo Indonesiaa.. Ku ingiin.. kita harus menaang...
Yoo.. Ayo Indonesiaa. Ku ingiiin Kita harus menaaaang..."

Berkali-kali lantunan penyemangat tersebut dikumandangkan oleh puluhan ribu suporter yang memadati Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Sabtu malam kemarin. Meskipun timnas Indonesia harus menerima kekalahan dengan skor akhir 1-2 ketika berhadapan dengan Arab Saudi, namun semangat perjuangan terus membara diantara para supoter demi menyemangati Bambang Pamungkas cs yang tertunduk lesu karena gagal meraih kemenangan seperti ketika melawan Bahrain pada pertandingan lalu.

Pertandingan Sabtu malam kemarin memang tergolong berat bagi pemain-pemain kita. Tidak hanya dari segi fisik, dimana postur pemain Indonesia kalah besar dibandingkan pemain-pemain Arab, namun juga dari segi kualitas tim yang notabene Arab Saudi adalah langganan putaran final Piala Dunia mewakili Asia. Bahkan tidak sedikit yang meramalkan bahwa Indonesia akan dikalahkan telak oleh sekumpulan "Singa Padang Pasir". Namun ternyata dugaan banyak pihak tersebut meleset. Selama 90 menit pertandingan, Indonesia mampu menahan imbang Arab Saudi dengan skor 1-1. Sayang, justru di menit terakhir, wasit memberikan tendangan bebas bagi Arab sebagai hukuman atas pelanggaran yang dilakukan oleh Ismet Sofyan karena telah mengganjal pemain Arab. Meskipun para penonton merasa pelanggaran tersebut tidak perlu mendapat hukuman, namun apadaya, gawang Indonesia kembali kemasukan gol dari tendangan bebas tersebut.

Sebelumnya, sepanjang dua babak pertandingan, pemain-pemain Indonesia menunjukkan semangat pantang menyerah dan mengerahkan segenap daya serta upaya untuk memberikan yang terbaik bagi negara. Pertandingan baru berjalan 15 menit ketika Arab Sudi unggul 1-0 lewat sundulan Yasser Al Qahtani. Bukannya melemah, dukungan para suporter satu stadion justru meriuh demi membangkitkan semangat para pemain timnas kita. Terbukti hanya sekitar lima menit berselang, Indonesia menyamakan kedudukan dengan 1-1 dengan gol yang tercipta oleh Elie Aiboy. Meskipun dalam rentang waktu 90 menit tersebut wasit sangat royal mengeluarkan kartu kuning kepada pemain kita, namun pasukan "Merah Putih" menunjukkan usahanya bak prajurit tempur di medan perang. Tak peduli harus jatuh berguling-guling dan cedera, namun mereka tetap bangkit karena tidak ingin mengecewakan para suporter yang tanpa lelah menyemangati mereka.

Wasit Dikutuk

Yang turut menjadi perhatian banyak pihak adalah sikap wasit yang dinilai tidak objektif dan cenderung memihak Arab Saudi. Yang memimpin jalannya pertandingan Sabtu malam kemarin adalah wasit Ali Al Badwawi dari Uni emirat Arab. Badwawi terbilang royal mengeluarkan kartu kuning bagi Indonesia dan keputusan-keputusan yang diambilnya mengecewakan, tak hanya bagi para pemain dan pelatih timnas, namun juga masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, setidaknya ada lima pemain Indonesia yang diganjar kartu kuning. RI-1 yang juga berkesempatan menonton langsung pertandingan di GBK turut mengomentari kepemimpinan wasit. Ia berpesan melalui pesan tulisan tangan untuk wartawan, "Sampaikan baik-baik kepada AFC. Memilih wasit harus tepat agar tidak menimbulkan psikolog yang tidak baik" (Kompas, 15/7). Jadi wajar saja jika keesokan harinya suporter Indonesia berduyun-duyun memprotes pejabat AFC atas keberpihakan wasit di depan Hotel Ritz Carlton Jakarta.

Memang sedikit aneh karena saat pertandingan Indonesia vs Arab Saudi kemarin wasit yang dipilih berkebangsaan Arab pula. Harusnya pihak AFC dapat memilih dari negara lain, misalnya China atau Jepang agar kondisi di lapangan benar-benar netral. Namun ternyata pilihan mereka jatuh kepada wasit berkepala plontos ini karena alasan tidak ada pilihan lain. Entah apa maksudnya tidak ada pilihan lain, namun yang pasti, keputusan-keputusa wasit kemarin jelas menyakiti hati para pendukung tim "Merah Putih". "Mentang-mentang sama-sama orang Arab!", mungkin demikian yang ada di benak banyak mereka.


Standing Ovation
Seusai wasit meniup peluit panjang tanda akhir pertandingan, terlihat para pemain Indonesia tertunduk lesu dan kecewa. Namun puluhan ribu suporter sontak berdiri dan tepuk tangan menyemangati Bambang Pamungkas cs atas perjuangannya yang penuh semangat sampai akhir. Standing ovation pun menutup pertandingan Sabtu malam di GBK. Meskipun malam Minggu kemarin sedikit kelabu, namun bukan berarti api perjuangan tim Merah Putih padam sampai disini, karena masih ada satu pertandingan lagi yang harus kita menangi.

0 comments: